Gempa bumi yang terjadi di pulau Lombok, tepatnya
Lombok Utara pada tanggal 29 Juli 2018 menjadi salah satu berita mengejutkan
bagi negara Indonesia mengingat saat itu, Indonesia tengah menjadi tuan rumah
salah satu olimpiade olahraga paling bergengsi tingkat Asia, yaitu Asian Games
2018. Kejadian ini terus dimuat di berbagai media baik elektronik maupun cetak.
Gempa yang berkekuatan 6,4 SR tersebut terjadi pada pukul 06.47 WITA dan berada
di 47 km timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dengan kedalaman 24 kilometer.
Tercatat pada awal terjadinya gempa, telah ditemukan 20 korban tewas dan 401
korban luka-luka. Tidak hanya itu, pada hari Minggu tanggal 19 Agustus 2018,
gempa susulan berkekuatan 5,2 SR kembali mengguncang Lombok dan sekitarnya.
Gempa tersebut adalah guncangan susulan yang terus berulang dalam periode empat
jam. Sebelumnya, pada pukul 06.29 WIB, terdapat guncangan sebesar 4,8 SR dengan
kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut sejauh 34 kilometer sebelah
timur Lombok Utara. Kemudian pukul 04.21 WIB dan 04.50 WIB gempa kembali
terjadi, masing-masing sebesar 5,0 SR dan 5,2 SR. Tidak hanya di Lombok Utara,
gempa tersebut juga turut dirasakan di Lombok Timur, Bali, Sumbawa, Jawa Timur,
dan Makassar.
Segera
setelah terjadinya gempa, berbagai bantuan telah dikirim untuk membantu para
korban di Lombok. Bantuan yang langsung disediakan ialah tenda pengungsian di
mana saat ini, sudah tersedia sekitar 3000 tenda yang didapatkan dari
Kementrian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tenda-tenda
tersebut telah dipakai di posko pengungsian, seperti di lapangan depan
kabupaten Lombok Utara. Untuk sementara, para korban hanya bisa menggantungkan
hidup mereka kepada bantuan kemanusiaan sembari menunggu mereka untuk bangkit
kembali. Meski sejumlah bantuan terus menerus datang, namun beberapa hal yang
paling mereka butuhkan saat itu meliputi;
-
Air bersih dan
sanitasi. Air bersih merupakan salah satu sumber kebutuhan utama yang paling
mereka butuhkan, entah untuk mandi, mencuci, dan kakus. Untuk wudhu pun mereka
hanya menumpahkan air dari botol mineral. Bantuan air bersih ini difokuskan
pada lokasi pengungsian, rumah sakit, dan pemukiman yang dihuni banyak
penduduk.
-
Selimut.
Mengingat hanya tinggal di tenda pengungsian dengan cuaca yang tidak menentu
serta nyamuk yang lebih mudah masuk, bantuan selimut juga sangat dibutuhkan.
-
Donor darah.
Banyak dari korban luka berat, patah tulang, ataupun luka robek, yang
membutuhkan donor darah. Pasien rata-rata dirawat di rumah sakit di Kota
Mataram.
Di wilayah Lombok Timur, Palang Merah
Indonesia juga melakukan pelayanan kesehatan dengan klinik keliling terutama di
wilayah Sambelia yang merupakan kawasan pegunungan paling sulit dijangkau. PMI
juga membuka layanan dapur umum di wilayah Bayan, Lombok Utara sebagai
kelanjutan dari operasi tanggap darurat bencana. Dapur umum tersebut
menyediakan makanan siap saji sebanyak 770 porsi per hari untuk kebutuhan
masyarakat yang terkena dampak gempa. Bahan logistik yang digunakan di dapur
umum didapat dari sumbangan yang berasal dari berbagai pihak.
Kejadian yang menimpa Lombok ini jelas
menjadi pukulan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sebagai seorang yang
memiliki kerabat di Lombok, saya pun turut merasakan duka yang orang-orang
rasakan di sana. Kehidupan yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba berubah di
mana komunikasi sempat terhambat akibat tidak tersedianya jaringan telepon
seluler. Lampu yang biasa menerangi pun turut padam dan hanya bisa digantikan
dengan senter, lilin, dan cahaya rembulan. Setiap malam, mereka harus tidur di
tenda pengungsian yang dingin dan banyak nyamuk. Tidak ada lagi rumah untuk
berlindung, bahkan sekolah yang biasa dijadikan tempat untuk menuntut ilmu dan
berjumpa dengan kawan pun hancur rata oleh tanah. Saya bisa membayangkan betapa
sulitnya ketika kita harus beradaptasi dengan keadaan seperti itu. Untuk
membangun kembali sarana dan infrastruktur pun pasti membutuhkan waktu yang
tidak sebentar. Belum lagi ketika harus membagi semua fasilitas dengan
orang-orang yang tidak dikenal. Selain itu, menyembuhkan rasa trauma bagi
sebagian orang mungkin juga membutukan waktu yang lama. Selain berdampak pada
luka fisik, kondisi psikologi dari para korban terutama anak-anak juga sempat
terguncang. Terutama bagi mereka yang tiba-tiba harus kehilangan kedua orang
tua mereka. Jika saya berada di posisi mereka, mungkin saya juga akan sama
terpuruknya. Mereka yang masih bertahan dan menerima semua yang terjadi dengan
tabah dan ikhlas adalah pribadi yang kuat. Bahkan sebagian juga turut
menguatkan satu sama lain.
Di sisi lain, banyaknya partisipasi dari
masyarakat Indonesia mulai dari sumbangan yang sudah mencapai puluhan miliyar,
hingga kesediaan beberapa pihak untuk ikut menjadi relawan di Lombok merupakan
unsur terpenting dari tercapainya tujuan membangun kembali pulau Lombok.
Puluhan dapur umum saat ini sudah tersebar di beberapa daerah yang membutuhkan.
Pembangunan juga sekarang berfokus pada ‘hunian sementara’ yang diperuntukkan
bagi ratusan anggota keluarga sehingga mereka bisa tinggal bersama keluarga
masing-masing tanpa harus terus-menerus berbagi tempat dengan anggota keluarga
lain di tenda pengungsian. Saya dan teman-teman juga sempat meluangkan waktu
untuk turut serta menggalang dana demi terwujudnya hunian sementara tersebut.
Kami mulai menggalang dana di beberapa fakultas di kampus kami mulai dari FBS,
FMIPA, FE, FIS, hingga FT. Selama mengunjungi beberapa fakultas, kami bekerja dengan kelompok lain. Salah satu dari anggota kelompok kami memberikan sebuah nyanyian untuk beberapa kelompok mahasiswa sehingga mereka bisa lebih nyaman menyumbangkan sebagian uang sekaligus menjadi hiburan tersendiri untuk mereka. Kami juga mendatangi beberapa tempat sekitar Semarang
yang biasa dikunjungi oleh banyak orang seperti; Kota Lama, Simpang Lima, dan PRPP.
Adapun dana yang kami peroleh kemudian disalurkan ke kampung Miempu Desa Obel
melalui yayasan Khairul Ummah Amanah.
Namun kejadian yang menimpa Lombok ini
bukanlah sesuatu yang harus diratapi terus-menerus. Setiap apa yang telah
ditentukan oleh Tuhan YME tentulah memiliki hikmah tersendiri. Perlahan namun
pasti, masyarakat Lombok harus bangkit
dari keterpurukan. Adanya bencana gempa yang terjadi di Lombok setidaknya bisa
menjadi bukti bahwa di luar sana, masih banyak sekali orang-orang yang peduli
dengan sesama, terbukti dengan banyaknya dana bantuan yang terus mengalir serta
banyaknya relawan yang datang langsung ke lokasi kejadian untuk memantau dan
membantu mereka yang membutuhkan. Kejadian ini juga bisa menjadi pelajaran
untuk kita yang daerahnya masih dihindarkan oleh bencana untuk terus bersyukur
akan nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kita juga dapat instropeksi
diri mengenai seberapa besar rasa kemanusiaan yang kita miliki terhadap
saudara-saudara yang ada di Lombok.
Kami
berharap bencana yang sama tidak akan terulang lagi, serta mereka yang menjadi
korban dapat segera bangkit. Karena meskipun tidak bisa mengembalikan keadaan
seperti semula, pemerintah akan terus membantu membangun kembali sarana
prasarana dan meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat yang ada di Lombok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar